Tjatatan #2:
Udah pada pernah ke Taman Wisata Alam Hutan Mangrove yang ada di Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara? Untuk penyuka wisata alam, sepertinya hutan mangrove ini layak untuk disambangi. Suasananya kerenlah untuk melihat yang ijo-ijo sejenak setelah setiap hari disuguhin pemandangan tembok. Yuk, kita mulai jalan-jalan!
Pertama yang perlu diperhatikeun adalah jalan menuju ke sana. Agak membutuhkan effort memang.. Untuk yang menggunakan transportasi umum bisa menggunakan bus transjakarta yang arah Pluit (koridor 12) turun di halte penjaringan (1 halte sebelum halte Pluit), sambung naik angkot B01 jurusan Muara Karang, turun di Pizza Hut Muara Karang, sambung lagi naik angkot U11 jurusan PIK, turun di Yayasan Budha Tzu Chi dan ikuti papan petunjuk menuju Taman Wisata Alam (ini kata blog lain sih). Dari Yayasan Budha Tzu Chi itu entah naik apa lagi, kayaknya sih jalan kaki yang lumayan bikin keringetan…hihihi…
Nah, untuk yang menggunakan kendaraan roda 4, jangan sampe keliru lewatnya yaa… Kayak saya kemarin, masuk tol arah bandara, tapi keluarnya di pintu tol Kapuk. Dan salah besaarrr sodara-sodara! Yang paling benar adalah masuk tol bandara Prof.Dr.Ir.Sedijatmo dulu, baru keluarnya di pintu Pantai Indah Kapuk. Lebih gampang aksesnya dan gak melewati jalanan kecil penuh kendaraan besar dan angkot super ngawur.
Setelah sampai di Pantai Indah Kapuk, pertama kita bisa mampir ke Taman Eko Wisata Hutan Mangrove. Beda dengan Taman Wisata Hutan Mangrove nih, yang di sini gak pake bayar alias gretong. Tempatnya sih cuma kecil gitu, tepat berada di pinggir jalan tol bandara. Dalemnya cuma ada jalan yang terbuat dari jembatan kayu sepanjang hutan bakau, dan sesekali melewati abege abege yang duduk berdua-duaan, hadeeeeh… Untuk sekedar foto-foto selfie sukesih bisalaah di sini. Tapi saya segera cabut dari sini, karena sebenarnya saya sampe ke sini karena nyasar…. ^^
Ternyata untuk ke Hutan Mangrove yang dimaksud masih masuk lagi jalannya, karena memang berada di ujung daratan alias dekat dengan pantai.
Setelah adegan nyasar ke Taman Ekowisata tadi, sampailah jugalah saya di tempat yang benar yaitu Taman Wisata Alam Hutan Mangrove. (atau Te We A namanya kata si bapak yang jaga parkir di hutan ekowisata tadi)
Begitu masuk kita akan dihadang oleh pintu loket pembayaran.
Setelah adegan nyasar ke Taman Ekowisata tadi, sampailah jugalah saya di tempat yang benar yaitu Taman Wisata Alam Hutan Mangrove. (atau Te We A namanya kata si bapak yang jaga parkir di hutan ekowisata tadi)
Begitu masuk kita akan dihadang oleh pintu loket pembayaran.
- Tiket masuk turis lokal: Rp 25.000/orang
- Tiket masuk turis asing: Rp 125.000/orang
- Motor : Rp.5000
- Mobil : Rp.10.000
Itung dah tuh… berapa biaya masuknya .
Entah kenapa dibedain antara turis lokal sama turis asing, mungkin dianggapnya turis asing duitnya banyak kali yee… Kalo dia bisa baca bahasa Indonesia bakalan misuh-misuh kayaknya.
Di dekat pintu loket masuk, ada musholla besar yang cukup bagus dan bersih untuk ukuran taman wisata seperti ini. Alhamdulillah, gak perlu berjingkat-jingkat kalo ke mushola yang biasanya kotor di tempat-tempat umum seperti ini. Di sini pun bisa buat poto-potoan loh, karena bangunannya emang cakep juga.
Masuk ke dalam taman, pertama yang kita temui adalah pos penitipan barang yang dijaga petugas yang sekaligus ngecek tiket masuk kita. Di situ juga ditanyain bawa kamera gak (selain hape yang dimaksud). Untungnya saya udah baca-baca di blog lain, kalo masuk ke sini ga boleh bawa kamera selain kamera henpon. Kalaupun membawa untuk keperluan tertentu misalnya prewedd, dikenakan charge 1 juta! Hmmm.. Kalo sudah terlanjur bawa ya harus dititipkan di penitipan barang.
Masuk lagi ke dalam taman gak jauh dari pos penitipan barang, kita akan ketemu dengan tempat wisata air. Di sini kita bisa naik perahu untuk menyusuri hutan bakau. Naaaah, sebenarnya iniiiii tujuan utama saya ngotot pengen ke sini, pengen naik kano trus poto-potoan di kano! Hihihi… Serasa menjelajah hutan amazone gitu kan kalo lihat foto di sosmed. Padahal aslinya ya gak seserem itu sih, gak terlalu luas juga. Tapi untuk orang-orang yang suka narsis di sosmed (kayak saya), sepertinya ini wajib kudu dicoba. ^^
- Sewa perahu: Rp 250.000/6 orang/perahu
- Sewa perahu: Rp 350.000/8 orang/perahu
- Sewa kano : Rp 100.000/45 menit

Saya lebih suka sewa kano dengan mendayung sendiri ketimbang naik perahu mesin. Lagipula saya cuma berempat, jadi emang cuma bisa naik kano. Pengalaman naik kano memang ngeri-ngeri sedap. Pertama karena kita harus bisa menjaga keseimbangan berat di perahu, kalo enggak kapal bisa terbalik dan ada adegan ibuk-ibuk yang gak bisa berenang kelelep di hutan bakau. Gak seru dooong… Yang kedua, harus bisa mengendalikan perahu belok kiri ato belok kanan, yang kenyataannya gak gampang juga buat saya. Yang ada nabrak-nabrak karang sama pohon bakau…wkwkwkwk…
Alhamdulillah, cita-cita naik kano udah kesampaian dan tiba dengan selamat di dermaga lagi tanpa ada kekurangan suatu apapun.
Trus kita juga akan melewati tempat penanaman/persemaian pohon bakau. Ternyata Taman Wisata Alam Hutan Mangrove ini juga menawarkan paket wisata yaitu penanaman pohon bakau.
- Paket menanam mangrove: Rp 150.000/orang
- Paket menanam mangrove dengan papan nama: Rp 500.000/orang
Jalan menuju pantai terasa menyenangkan karena jalannya terbuat dari susunan bambu2 dan sepanjang jalan diteduhi dengan pepohonan. Di kanan kiri juga disediakan tempat duduk yang terbuat dar bambu. Walaupun udara pantai terasa lengket, tapi lumayan sejuk karena rindang di sepanjang jalan. Buat kamu yang hobi poto-potoan, tempat ini layak untuk kamu datangi. Sungguh!
Jalan-jalan refreshing gini emang perlu diagendakan buat menyegarkan pikiran. Apalagi kalo jalan-jalannya pake Agya, selain gaya, Agya juga irit bahan bakar, ga bikin kantong jebol beli bahan bakar… Pastinya juga lincah untuk menyusuri jalan-jalan karena bentuk mobilnya yang gak kegedean. Dan warna light bluenya keren kayaknya. #kode *tingting
Nah, begitulah cerita maknyak kali ini





